Mitos Atau Fakta Mengenai Bahaya Asap Rokok Elektrik Bagi Kesehatan

Gaya hidup semakin tahun semakin berubah, mulai dari baju, gaya masakan, minuman, kendaraan dan sebagainya.

Mengikuti animo merupakan suatu kewajiban terutama umumnya pada kalangan anak muda. Bagaimana seseorang yang tidak mengikuti trend?, biasa dibilang tidak gaul, kuno, katrok pastinya.

Trend atau gaya hidup yang beredar dikala ini yaitu gaya merokok, rokok yang semula dibakar menghasilkan asap rokok, dikala ini diganti dengan Rotrik (Rokok Elektronik/elektrik).

Apa itu rokok elektrik?, rokok elektrik merupakan penemuan bentuk rokok yang semula dibakar menjadi bentuk digital modern dengan memakai baterai, yang memperlihatkan sensasi merokok tanpa asap.

bagi kesehatan

Rokok elektronik ini juga biasa dikenal dengan sebutan (E-cig) atau Electronic Nicotine Delivery System) dikembangkan pertama kali oleh Beijing, RRC pada tahun 2003 dan dikenalkan di indonesia tahun 2014.

Cara kerja rokok elektrik yaitu memanaskan cairan nikotin dengan memakai baterai dan menghasilkan ‘uap’ bukan asap, sedangkan rokok tradisional pada umumnya menghasilkan nikotin hasil dari pembakaran tembakau sehingga menjadikan asap.

Perlu diingat uap dan asap menghasilkan kabut putih akan tetapi uap mempunyai sifat soft dalam artikan kabut yang masuk dalam hidung orang lain hampir tidak terasa (seperti kabut dini hari), sedangkan asap yaitu hasil pembakaran, akan berbau jikalau masuk ke hidung seseorang.


Ulasan Mitos Atau Fakta Mengenai Bahaya Asap Rokok Elektrik


Dikutip dari Media CNN Indonesia Rabu, 05/11/2014 dan digabungkan dengan isu yang menyebar dimasyarakat bahwa :

Rokok elektrik itu sehat, alasannya yaitu ramah lingkungan, serta tidak mengandung asap atau tidak ada karbon monoksida dan menyehatkan pada takaran pemakaian.

Rokok elektrik merupakan langkah awal untuk berhenti dari kecanduan menghisap rokok.
SEMUA ITU MITOS, rokok pertama dikenalkan tahun 2003 di Beijing, dan sudah melaksanakan peredaran, pada tahun yang sama pula pemerintahan cina melarang dan menutup peredaran tersebut. Rokok elektrik yang masuk kedalam indonesia merupakan ilegal.

Ulasan pertama, telah diteliti secara ilmiah bahwa meski tidak mengandung asap dari pembakaran tetap saja rokok elektrik tersebut mengandung materi utama yaitu nikotin.

Ulasan kedua, oleh tubuh amerika serikat belum ditemukan fakta ilmiah mengenai berhentinya rokok dengan memakai rokok elektrik, yang mana bukan berhenti malah kecanduan.

Secara contoh pikir rokok elektrik itu dijual untuk menerima laba konsumen lebih banyak, jikalau memang mampu menghentikan kecanduan, maka produsen pembuat rokok elektrik tersebut akan rugi.


Apa Saja Kandungan Dalam Asap Rokok Elektrik?


Apapun jenis rokok itu tentu mengandung unsur bahaya, lantas apa saja kandungan berbahaya dalam rokok elektrik :

1. Karsinogen 10x Lipat


Dikutip dari informasi Channelnewasia, jumat (28/11/2014) rokok elektrik menghasilkan nikotin tanpa pembakaran melalui tembakau yang mempunyai resiko karsinogen 10x lipat.

2. Uap Berbahaya


Meski nikotin merupakan materi utama dari rokok elektrik, namun juga telah dicampuri beberapa zat kimia berbahaya yaitu formalin dan asetaldehida. Dengan artian sama saja anda memupuk formalin di paru-paru anda dan membeli tiket sakit kanker pernafasan.

3. Bahan pelarut lainnya


Bahan embel-embel pada rokok elektrik antara lain propilen glikol, gliserin, jikalau dipanaskan bersama nikotin akan menghasilkan nitrosamine yang mampu memicu kanker lainnya.


Bahaya apa yang mengitari pada asap rokok elektrik?


Sesuai dengan uangkapan Dokter Prof.dr.Tjandra Toga ADITAMA, Sp.P(K), MARS, DTM&H, DTCE Kepala Litbangkes yang terdapat dalam video ini mengenai ancaman asap rokok elektrik, menyimpulkan  :

Menyebabkan tekanan darah meningkat
Menyebabkan gangguan di susukan nafas mirip asma
Menyebabkan pusing kepala
Mengganggu fungsi mulut


Namun semua itu kembali kepada anda, intinya apapun yang kita pilih yang berkaitan dengan animo tapi balik lagi, lebih besar pada kesehatan, penyakit atau manfaat untuk anda.


Loading

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel